Pages
Categories
Archives
Meta
understanding the internet and world wide web/fasilitas social networking
Posted in: Uncategorized by alesgun on October 19, 2011
MANFAAT FACEBOOK/TWITTER BAGI MANAJEMEN / PERUSAHAAN
Indonesia saat ini adalah negara pengguna facebook terbanyak kedua di dunia dengan jumlah pemakai hampir 28 juta orang. Tepatnya di angka 27.95 juta, sementara sebagai users terbanyak masih dari negara asal Facebook, Amerika dengan jumlah 140.4 juta orang. Urutan ketiga terbanyak di dunia adalah Inggris. Pengguna sedunia Facebook saat ini mencapai 500 juta orang, sedangkan Twitters sekitar 200 juta.
Dengan koneksi terhadap begitu banyak orang, dewasa ini semakin banyak pihak, baik perusahaan, lembaga, maupun individu, yang memanfaatkan jaringan social media ini sebagai media pemasaran produk dan jasa mereka. Lebih banyak pihak menyadari ini merupakan cara yang efisien dan fokus dalam promosi pemasaran.
Manfaat Facebook bagi manajemen/perusahaan hanya untuk branding dan sekedar announcement atau iklan. Sama halnya dengan iklan TV, facebook hanya berperan sebagai perantara antara pedagang dan pelanggan, atau sarana penjualan dan pembelian.
Manfaat Facebook bagi manajemen/perusahaan
1. Cara Murah Promosi
Penggunaan media sosial merupakan cara murah dalam online advertising. Saat ini media sosial paling populer digunakan untuk bisnis adalah: Twitter.com, Facebook.com. Dengan memasang iklan secara “gratis”,suatu perusahaan dapat melakukan promosi produknya, dan pasar yang diinginkan akan melakukan respon sendiri terhadap tawaran yang disampaikan.
2. Mengenali pangsa pasar, Identifikasi target pasar juga dapat dilakukan dengan mudah dengan bergabung kepada group-group yang mempunyai minat dan kebutuhan (interests and needs) yang sama, sejenis atau terkait. Misalnya untuk produk yang terkait dengan sepeda, tinggal bergabung dengan group komunitas bikers atau para pehobi “gowes” yang banyak bertebaran di dunia maya media social. Pasarnya bahkan dapat menembus batas antar negara, menjangkau global market.
Kerugian Facebook bagi manajemen/perusahaan:
1. Berkurangnya Produktivitas
Berkurangnya produktivitas adalah alasan paling umum yang dilontarkan pihak manajemen untuk memblokir akses ke situs jejaring sosial. Seperti yang pernah diberitakan di BBC News, Dewan Kota Portsmouth di Inggris melarang akses ke Facebook, Twitter, dan sejenisnya, setelah menemukan bahwa para pegawai menghabiskan hampir 400 jam sebulan di Facebook. Ini menjunjukan banyak gaji terbuang, dan membuat wajib pajak marah. Demi alasan keamanan nasional, Korps Marinir AS juga membuat keputusan yang sama sehubungan dengan Facebook. Dari beberapa pegawai yang diwawancarai Nucleus Research, ditemukan bahwa dari 77 persen pegawai yang memiliki account Facebook, 61% mengunjunginya selagi di tempat kerja selama rata-rata 15 menit per hari, yang mengakibatkan berkurangnya produktivitas 1.47% dari seluruh populasi pegawai.
2.Malware, Pencurian Identitas dan Kebocoran Data
Situs jejaring sosial bisa menjadi “kendaraan” pengirim malware dan spyware yang diam-diam ditanamkan cybercriminal. Program-program berbahaya ini dapat menyebar ke seluruh jaringan internal perusahaan, dan pada akhirnya mendatangkan malapetaka bagi perusahaan. Dengan menhancurkan atau menonaktifkan sistem dan data yang dibutuhkan pegawai untuk melakukan pekerjaan mereka, malware dapat memberi dampak yang luar biasa terhadap produktivitas, disamping “membuang-buang waktu” bagian TI. Malware dan spyware juga dapat membombardir jaringan internal dengan spam, serangan phising, dan mencuri nama user dan pasword. Selain itu, waktu yang dibutuhkan bagian TI untuk melawan malware dan serangan spyware bisa sangant mahal.
3.Membahayakan Rahasia Perusahaan
Para cybercriminal seringkali tidak perlu spyware canggih untuk mendapatkan informasi rahasia perusahaan. Para pengguna jejaring sosial yang naif seringkali lebih terbuka tentang informasi pribadi atau rahasia di situs jejaring sosial. Meskipun pengguna Facebook dapat membatasi halaman mereka ke sejumlah “teman-teman saja, banyak pengguna yang membuka profil mereka ke publik dan berteman dengan orang tidak dikenal, termasuk “kolega” tidak dikenal yang mengaku bagian dari perusahaan yang sama (terutama di perusahaan besar, dimana kita tidak bisa mengenal semuannya).
4. Konsumsi Bandwidth ,
Video, media streaming lainnya dan download lain dari situs media sosial, seperti YouTube, MySpace, dan Flicker dapat mengonsumsi sejumlah besar bandwidht. Ketika pegawai sibuk mendownload video misalnya, aplikasi bisnis penting bisa menjadi sangat lambat. Jika perusahaan tidak membatasi akses ke situs-situs tersebut, mereka akan mengalami penurunan produktivitas atau menambah investasi dengan memperbesar bandwidth.
5.Risiko Reputasi Terbuka
Melesatnya promosi online lewat media ini bukannya tanpa risiko bagi pihak atau perusahaan yang memanfaatkannya. Perusahaan sekarang menjadi terbuka terhadap opini public. Risiko apa yang terbuka di sini? Terutama adalah risiko reputasi (reputation risk) . Memasuki ranah diminta pengguna media sosial dapat memberi komentar apa saja merupakan risiko yang dapat mengganggu bisnis perusahaan, khususnya apabila pernyataan negative yang mendominasi komentar.
Manfaat Twitter itu amat beragam, tergantung si pengguna twitter dan tujuan penggunaannya. Di Indonesia saja diperkirakan ada sekitar 6 juta orang, terbanyak ketiga di dunia.
Sebenarnya twitter memiliki banyak fungsi atau peran mulai dari tempat orang berkeluh kesah maupun tempat mencari dukungan, iklan promosi, sharing informasi dll, namun yang kita bahas disini ialah manfaat dari sisi manajemen/perusahaan. Contoh yang saya ambil disini adalah para wartawan dimana twitter merupakan salah satu sumber informasi tercepat. Para jurnalis bahkan menjadikan Twitter sebagai ladang berita mereka. Buat jurnalis, Twitter bisa menjadi alat mengasah keterampilan menulis. Twitter melatih para wartawan menulis secara ekonomis.
Jejaring sosial berlogo burung biru itu benar-benar mengajarkan arti ujaran “setiap kata itu bernilai”. Dengan pembatasan 140 karakter, kawan saya itu harus menghitung secara cermat jumlah kata dan bagaimana akan menggunakannya.
Satu hal lagi, Twitter dapat mengukur sejauh mana tulisan kita disukai oleh orang-orang dengan adanya respon dengan me-retweet, setiap kali ada yang melakukan retweet itulah kita memperoleh pengakuan, Mungkin legitimasi. Twitter memperlihatkan bahwa tulisannya dianggap penting dan berguna setidaknya bagi orang-orang yang melakukan retweet
week07-1501201992-charles gunawan-understanding the internet and world wide web “fasilitas social networking”
No Comments »
No comments yet.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL